Tampilkan postingan dengan label Catatan Dari Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Dari Hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2012

♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥Siapa Aku?♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥





Jika saat ini kita masih sering bertanya
"Siapa kamu?"
Maka cobalah untuk merubah pertanyaan itu menjadi
"Siapa aku?"

Jika kita masih sering bertanya
"Apa yang kamu miliki?"
Maka cobalah untuk mengubahnya menjadi
"Apa yang aku miliki?"

♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥Kisah Seekor Anak Kucing♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥




Ada seekor anak kucing yang muncul di halaman belakang rumahku.
Dahulu pertama kali aku melihatnya, ia terlihat ceria bermain bersama anak-anak kucing lainnya, dan menyusu kepada ibunya.

Ia bermain dengan riang gembira,
kadang mereka saling berkejaran, atau memainkan ekor mereka.
Hingga pada suatu hari, sang ibu meninggalkannya sendiri.
Ibu nya membawa serta anak-anak kucing lainnya,

Sabtu, 10 Maret 2012

♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥Mengukir Bahagia♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥




Aku memandang horizon yang membiru,
menatapnya lekat diantara dua bola mataku.
Tanganku masih mengepal merasakan dingin yang masih membalut kulitku,
diantara riak-riak tetes embun yang masih melekat pada hijaunya dedaunan
aku terduduk lesu memikirkan sebuah kecemasan yang tiada kunjung menghilang.

Aku pernah berfikir, mengapa aku tak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan.
"Bukankah aku pantas mendapatkan yang lebih dari ini?" gumamku dalam hati.
Saat itu bayangan kelam menelisik sudut hatiku,
mulai mengeja angan tentang sebuah kata 'Kebahagiaan'.

Mereka bilang, bahagia itu adalah pilihan,
sementara di sisi lain mereka mendendangkan bahwa kebahagiaan adalah kewajiban.
Kewajiban yang harus kita miliki lewat sebuah perjuangan.
Aku berbisik dalam hati "Tidakkah aku cukup bahagia dengan semua ini?"

Terkadang ketakutan pada bayangan masa lalu itu muncul,
mengobrak-abrik dinding hatiku yang telah susah payah kubangun dengan kokoh.
Hal itu membuat kecemasan pada masa depan menghantuiku.

"Mengapa harus takut pada masa lalu?
Mengapa harus cemas pada bayangan masa depan?" fikirku.
Aku kembali menghela nafas,
mencoba memaknai setiap goresan takdir yang telah di catat-Nya dengan sempurna.

Pagi itu, sang surya memberi pesan kepadaku,
mungkin kita merasa sulit untuk berbahagia,
itu bukan karena kita yang tidak bahagia,
namun kita lah yang tidak dapat memahami apa itu bahagia.
"Bahagia adalah ketika kau mampu membuat semua orang yang berada didekatmu bisa tersenyum dengan hangat, melepas segala kecemasan di hati, dan mengubahnya menjadi cinta dan kasih sayang.
Dan itu semua berkat sinar cintamu yang kau biaskan kepada mereka".

Aku pun mengambil sebuah pensil dan penghapus,
mulai menulis apa itu kebahagiaan.
Berkali-kali aku menulis, mungkin sudah ribuan kata,
namun tetap saja tak ku jumpai, aku pun menghapusnya dengan penghapus karet yang menurutku tak berarti.

Hingga tiba-tiba dari sebuah penghapus karet itu aku memahami apa itu kebahagiaan.
"Kebahagiaan adalah rela berkorban untuk orang lain,
Seperti penghapus karet, yang dimata ku hanya sebuah benda kecil tiada guna,
namun ia memberikan manfaat bagi yang lain.
Ia rela kehilangan sedikit demi sedikit bagian dari tubuhnya hanya untuk membantu menghilangkan kesalahan yang ditulis oleh pensil.
Meskipun ia tahu lambat laun ia akan habis, dan akan diganti dengan penghapus yang baru, namun ia tetap rela menghapus segala kesalahan-kesalahan yang kita buat".

Itulah kebahagiaan,
kebahagiaan ada disini, namun kita sendirilah yang tak mampu merasakannya.
Kebahagiaan adalah dengan membuat orang lain bahagia.
Bukan ke egoan kita yang hanya ingin bahagia sendiri.

"Hiduplah dengan bahagia, dan buatlah oranglain bahagia"
kini kalimat itu telah terpatri dilubuk hatiku.
Dan aku pun menyadari, bahwa hanya dengan berbagi kebahagiaanlah
kita bisa merasakan apa itu bahagia.
Bahagia melihat oranglain tersenyum karena kita,
Bahagia dengan bersyukur, menikmati hari dengan penuh rasa sabar dan ikhlas.

Itulah kebahagiaan sejati...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tersenyumlah,
berbahagialah,
agar akupun berbahagia jika melihatmu bahagia, sahabatku...

♥ pelangi ♥


♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥Melukis Kata Sepi♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥





Mentari tersenyum dengan ceria, memanggilnya untuk ikut tersenyum pula.
Namun tiada senyum di raut wajahnya,
tiada kembali ceria, malah terkadang terusik duka.

Ia masih terdiam diantara seribu canda,
ia masih terpaku pada luka nan menusuk pilu.
Terkadang ia hendak beranjak dari segala galau yang menerpa,
berlari bersama cahaya, namun ia tetap tenggelam dalam mimpi hampa.

Ia tersenyum dalam tangis, mencari jutaan cara untuk keluar dari sepi,
namun hanya sunyi yang ia dapat.

Ia berjalan diantara rumput ilalang malam,
mencari seekor kunang-kunang untuk dijadikan penerang,
namun yang ia dapati hanya rumput teki.

Ia pernah mencoba melewati jembatan angan,
berpegangan pada tiang-tiang penyangga, berharap tak terjatuh ke jurang,
namun sekuat apapun ia menggenggam erat tiang, tetap saja ia jatuh dan tenggelam.

Ia hanya inginkan teman,
tempat berbagi segala kebahagiaan dan kepedihan
Tempat berdiskusi segala mimpi dan angan
Tempat ia bisa tertawa dan menangis bahagia.

Namun yang ia dapati hanya sunyi dan sepi.

Ia pun menyerah,
sejauh apapun ia melangkah yang ia temui hanya sepi.
Seberapa kencang ia berlari yang ia dapati hanya sunyi.

Pernah sang mentari memberi janji untuk setia menemani,
namun janji hanya tinggal janji.
Kala malam datang ia pun pergi,
meninggalkan temaram senja yang lambat laut berubah menjadi gelap.

Ia menangis,
tak percaya lagi pada janji mentari.

Pernah jua ia beranjak meninggalkan kesunyian,
mencari sekeping bintang yang akan ia jadikan kawan,
namun ia tak sanggup menjangkaunya,
ia pun jatuh terjerembab penuh luka.

Kini ia menyadari,
Ia hanya sepi..
Dan sepi adalah teman sejatinya,
karena bukankah ia pun akan sepi ketika meninggalkan dunia ini?
Di tinggal, dilupakan, dan lambat laun tak di kenang saat telah tiada nanti..

Ia belajar apa arti sepi,
Karena jika ia belajar arti sunyi dan sepi mulai saat ini,
maka ia telah terbiasa merasakan sepi di akhir nanti...

`°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°``°``°•.¸¸.•°

Namun seberapa kita rasa apa itu sepi
Cinta-Nya akan tetap menemani
Meski dalam bentuk cobaan dan ujian
Ia tetap ada,
menjadi pengusir sepi... ♥

♥ pelangi ♥


♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥Bukan Ingin Berhenti♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥



Ia tersenyum hangat, mencairkan kebekuan suasana hati.
Ia, tak pernah letih berhenti berlari
Meski kadang duri-duri di kakinya tajam menancap
Namun ia tak pernah berhenti berlari.

Ia terkadang membawa tangis,
saat beban di pundak terasa berat menimpa
saat perih di kaki serasa hampir membunuhnya
Namun ia tetap tak ingin berhenti berlari.

Ia, membawa telaga kesejukan di sanubari
Tatap matanya indah membawa binar-binar cahaya
Mentari pun seakan tak mampu menggantikannya.

Ia, hanya ingin terus berlari dan berlari
Jika pun tak mampu,
Ia berharap bisa terus berjalan
Meski dalam pekat malam, meski dalam rinai hujan
Ia berharap bisa terus berjalan.

Ia, akan tetap berjalan
Meski berjuta halangan tersusun rapi di depan
Ya,
Ia hanya ingin tetap berjalan

Tak ada alasan untuk berhenti,
Meski perjalanan panjang mungkin hanya sebuah mimpi tak bertepi..

Terus bergerak,
Terus berjalan..
Meski kadang harus melewati kerikil tajam..

Hanya ingin terus berjalan..
Terus dan terus..
Tak ingin berhenti..

Bahkan jika harus memilih,
Ia lebih memilih untuk berjalan mundur,
Ketika jalan di depan telah buntu..

Meski membuatnya kecewa dan tenggelam dalam airmata,

Karena yg diinginkan hanya terus berjalan, bukan berhenti...

`°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°``°``°•.¸¸.•°

Ia adalah aku
Ia adalah kau

Yang berharap dapat terus bergerak,
Yang berharap bisa mengukir sebuah keabadian di kanvas kehidupan...
Namun ketika langkah itu tertahan, aku lebih memilih mundur ke belakang, bukan berhenti...
Dan berharap suatu saat nanti aku bisa kembali mengulurkan kakiku untuk melangkah ke depan...
Karena yang ku inginkan hanya ingin tetap berjalan, bukan berhenti...


♥ pelangi ♥

♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥Menanti Janji Illahi♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥





Wajahnya yang ceria tak menampakkan getar kepedihan di hatinya.
Ia masih bisa tersenyum bahagia,
meskipun sejujurnya hatinya di rengkuh pilu nan menyiksa.

Sebagai wanita, aku mengerti apa yang ia rasa.
Saat kebanyakan wanita se usianya sudah hidup berbahagia
berdua dengan belahan jiwa,
atau mungkin juga telah memiliki jundi-jundi kecil sebagai penghias hari,
namun ia masih bergelut dengan rasa sepi yang menyiksa.
Rasa sepi yang hanya ia sendiri lah yang tahu.

"Aku merasa usiaku sudah terlambat untuk menikah".
itu yang ia ucapkan kepadaku.
Bagai ikut teriris, aku merasa sedih mendengar ucapannya.

Itulah yang kini ia rasa, sepi...
Terkadang ia berkhayal dalam angan,
"Bukankah seharusnya di usiaku ini aku sudah hidup berbahagia
dengan sebuah keluarga yang ceria,
menjadi seorang isteri sekaligus ibu yang baik.
Namun hingga kini kebahagiaan itu tak kunjung menghampiri".

Yang aku tahu, langkahnya masih tetap tenang,
meski kadang di terpa gelombang yang besar bagai ingin menenggelamkannya.

Pernah suatu ketika seorang insan menambatkan cinta dihatinya,
namun ternyata ia bukanlah yang Allah pilihkan sebagai pengusir rasa sepi dihatinya.
"Mungkin memang belum jodoh, bersabarlah".
hanya itu yang mampu ku katakan padanya.

Ia pun kembali menata hati nya yang retak,
meski mungkin tak bisa kembali sempurna seperti sedia kala.
Ia kokohkan kembali tekadnya untuk bersabar.

Pernah juga rasa lelah akan panjangnya penantian membuatnya jatuh tersungkur dan kecewa.
Hampir ia tak percaya lagi pada janji Allah,
dan berusaha menjauhinya.
Namun ia menyadari, semakin ia mencoba untuk tak membutuhkan-Nya,
semakin ia merasa bahwa hanya DIA yang bisa memberikannya pertolongan
dan mengeluarkannya dari berbagai persoalan.
Dan hingga saat ini ia tak pernah lagi meninggalkan tahajjud disetiap malamnya.

Ia penuh dengan kesabaran,
darinya aku mengerti, bahwa tak ada kebahagiaan yang instan.
Kita harus melalui kesabaran yg panjang jika ingin mendapat yg terbaik.

Memang ia menyadari, bahwa di fikiran banyak orang, usia sepertinya dipandang terlambat untuk menikah.
Namun ia yakin, bahwa Allah telah menyiapkan jodoh terbaik untuknya,
dan Allah akan mempertemukan mereka disaat yang tepat, diwaktu yg indah.

Allah lebih tahu kapan saat yg tepat,
maka bersabarlah...
Ia pasti akan datang,
membawa setangkai cinta yang tiada kan berkurang,
karena dihatimu tersimpan secawan kasih
yang tak kunjung habis...

♥ pelangi ♥


♥♥˚◦☆•. (`'•.¸♥Kereta♥ ¸.•'´) .• ☆◦˚.♥♥





 



Ini bukanlah kisah tentang kereta yang berjalan diatas rel panjang.
Ini adalah untaian kata tentang apa itu arti dari sebuah kesabaran.

Saat seorang sahabat bertutur:

"Malam ini seperti bercumbu dengan cerahnya kelam
Sementara dinginnya merasuk ke tulang sumsumku
Mungkin benar,luka adalah cintaku yg paling setia
karena aku telah mencintai mata pisau....

Mengenalmu adalah...
Saat di mana aku mendapatkan kelemahan dalam hidupku...
Mencintaimu adalah...
kesempatan dimana aku menjadikan diriku terkurung teralis besi...
Dan menyayangimu adalah
satu ketika dimana aku membunuh kebahagiaanku sendiri..

Tak ada kereta berbalik ke stasiun
dengan alasan masih ada penumpang yg tertinggal...
Pun tak ada penumpang yg berlari..
mengejar sejauh kereta melaju...
Yang terdengar,penumpang itu berkata,

Sudahlah...aku akan menunggu kereta berikutnya..."

-------------------------------------------------------------

Dalam nuansa syahdu itu, aku berucap menimpali ceritanya:

"Keretaku telah pergi...
Dan tak mungkin akan kembali...

Ia telah menemukan jalur tujuan nya,
sementara aku tertinggal disini saat ia berkata,
"tak ada ruang yang cukup untuk menampungmu"

ia berlalu pergi tanpa membawa aba-aba sebelumnya,
padahal tiket telah ku miliki,
antrian panjang pun ku lalui..

Kini aku berdiri di lorong lain nya,
berharap ada kereta lain yang mau menampungku,
namun tak jua ada yg menghampiri,

aku pun bergumam dalam hati,
"mungkin tiket yg ku pegang bukan untuk kereta hari ini"

----------------------------------------------------------------

Ia pun menjawab dengan manis:

"Kereta yang telah pergi,bukan kereta yang pantas kau naiki

Sang masinis,bukanlah seorang yang akan membawamu ke tujuan dengan cinta sejati

Gerbong yang ia bawa ,bukan tempat yg dapat memberimu kedamaian hakiki

Kereta yang kau nanti...
Sedang berjalan ke arahmu
Perlahan namun pasti

Sang masinis tak membawa beribu janji
Tak jua menulis seribu puisi
Tapi ia berbenah hati
Agar nanti,dari segala yang terbaik yang ia miliki
Pantas 'tuk ia persembahkan

Padamu....Bidadari idaman hati.."

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ya, kereta yang telah lewat mungkin memang bukan kereta yang akan kita naiki.
Mungkin beberapa kali kereta datang menghampiri.
Saat aku duduk di tepian rel, aku memandang sebuah kereta dari kejauhan.
Aku bahagia, hingga terlupa membawa banyak bekal yang bermanfaat.

Tas ku terisi penuh, namun ternyata tak ada isi yang pantas untuk ku bawa.

Mungkin pernah saat suatu ketika kereta itu melintas dihadapanmu, namun sang masinis berkata:
"maaf, keretaku hanya membawa penumpang dengan tiket berkelas A"

Kau, bahkan aku, mungkin hanya diam mendengar ucapan sang masinis.

Namun setelah kita sadar, baru kita tahu jika selama ini bekal yang kita bawa belum lah cukup untuk untuk menanti kedatangan kereta yang kita impikan.

Aku pun kembali pulang, membongkar segala isi bekal yang ku punya, membuang segala yang tak perlu, dan membawa banyak lagi bekal yang bermanfaat, agar ketika kereta selanjutnya tiba menghampiri,
sang masinis pun berkata dengan manis,
"Naiklah ke keretaku, keretaku sangat beruntung memperoleh penumpang Bidadari sepertimu".

=======================================================

♥ pelangi ♥